Anak-anak Masa Tak Terlupakan

Hari ini setiap ruang memiliki cerita masing-masing. Ada anak yang bangun tidur lalu menikmati hari Minggu nya sebagai libur sekolah, beristirahat dirumah saja dan menghabiskan waktu bersama bapak dan ibunya. Ada juga anak yang dari pagi sibuk dandan dan latihan karena harus pentas acara Hari Anak Nasional. Ada juga anak-anak yang hari ini ngambek, bersedih karena stress masuk ‘hari pertama sekolah’ beberapa waktu lalu. Ada juga anak yang harus berkelana dijalanan menjualkan dagangannya demi mendapatkan sesuap nasi.

Setiap orang dewasa pasti punya masa kecil. Coba mari direnungkan, ingat tidak masa kecil apa yang paling tidak terlupakan? Ada yang masa kecilnya menyenangkan karena bisa bermain layangan, mandi disungai, bersepeda mengelilingi bukit dan beraneka kenangan indah lainnya. Ada yang masa kecilnya harus tinggal berpindah-pindah mengikuti kemana kedua orangtuanya dinas. Ada yang masa kecilnya punya trauma terhadap sesuat hal. Ada yang masa kecilnya memiliki segudang prestasi sehingga mengharumkan nama keluarga. Ada yang mungkin sekarang menjadikan masa kecil sebagai alasan berkembang sampai hari ini. Semua punya cerita, entah untuk di disimpan, dijadikan alasan untuk berkembang atau hanya untuk sekedar dikenang.

DSC_8248 (Large).JPG

Adek-adek di Banjar Penatahan, Susut Bangli

Kerap kali saya miris ketika melihat dan mendengar berita tentang anak kecil yang terkena kasus bullying, kasus pornografi pada anak kecil, penculikan, pembunuhan pada anak, kasus kekerasan oleh orangtua atau gurunya, anak kecil yang dewasa sebelum umurnya, anak-anak jalanan yang harus dipekerjakan dan masih banyak lagi. Meskipun semua pasti ada sebabnya masing-masing.

Bagi saya yang memang sayang terhadap anak-anak, anak-anak adalah sosok yang menyenangkan. Anak-anak adalah generasi penerus bangsa. Anak-anak adalah suatu masa dimana saatnya diberi pengalaman baik yang tidak terlupakan. Anak-anak harus senang dimanapun dia berada baik disekolah, dirumah dan dilingkungan bersama teman-temannya. Anak-anak harus punya cita-cita dan tau bagaimana cara mewujudkannya. Anak-anak harus kreatif dan bebas dalam menentukan masa depannya.

DSC_0203 (Large)

Adek-adek di SDN 1 Susut

Orangtua sebagai tempat pulang seorang anak tentu memiliki peran yang besar. Jangan sampai seorang anak takut pada orangtuanya sendiri. Pernah kah kamu bertengkar dengan orang tuamu? Sekali-dua kali, saat kamu dimarahi orangtuamu di masa kecil bisa jadi memori itu akan terus terkenang sampai dewasa. Jadi menurut saya, memarahi anak itu tidak baik, bisa mungkin dengan cara yang baik. Tidak di bentak, tidak menggunakan kata yang menyakiti, tidak dengan kekerasan dan lain-lain. Saya yakin bahwa amarah-amarah yang terjadi itu karena “kesalahan berkomunikasi”. Jadi, banyak-banyaklah berkomunikasi dengan seorang anak. Misal dengan menanyakan bagaimana hari ini di sekolah? atau besok mau bawa bekal apa? atau libatkan anak dalam setiap aktivitas jadi, anak merasa menjadi terlibat dan penting sehingga amarah atau ribut kecil kemungkinan tidak akan terjadi.

Sekolah dan Guru pun demikian. Bagi orangtua yang menyekolahkan anak-anaknya di sekolah full-day bisa dibilang anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu di sekolah. Jadi pilihkan lingkungan sekolah yang baik, kalau perlu komunikasikan adek mau sekolah dimana?. Karena lingkungan sekolah itu akan mempengaruhi pola pikir si anak, cara bergaul, guru-gurunya seperti apa, temannya dengan siapa-siapa dan lain-lain. Jangan sampai si anak takut bersekolah, nggak suka dengan gurunya atau teman-temannya. Sedih kan kalau punya memori trauma tentang sebuah sekolah, berantem dengan guru atau nggak punya teman di sekolah?

DSC_0109 (Large)

Adik-adik SMP N 2 Susut

Saya yakin membicarakan anak memang tidak ada habisnya. Semua orangtua tentu ingin yang terbaik untuk anak-anaknya. Keberhasilan seorang anakpun dipengaruhi oleh berbagai faktor.  Apa yang saya ceritakan diatas adalah hanya sebagian kecil. Semoga anak-anak Indonesia bisa senang! Semoga semua hal buruk yang pernah terjadi bisa teratasi dan tidak terjadi lagi. Semoga anak-anak Indonesia bisa menggapai kesuksesan dikemudian hari.

Tidak ada yang lebih menyenangkan selain melihat senyum adik-adik. Jangan lupa rajin menggosok gigi ya, banyak-banyak makan sayur dan buah dan jangan lupa menyiram tanaman. Untuk siapapun adik-adik yang pernah bersedih karena berbagai hal, percayalah semua yang terjadi adalah pendewasaan dikemudian hari. Selamat Hari Anak adik-adikku!

Regards,

@laksitaagr

Social Media Stories

Ingat nggak kapan kamu mulai mengenal sosial media? Gimana caranya kamu bisa punya banyak akun sosial media? Siapa yang ngajarin caranya bikin dan pakai? Berapa jumlah sosial media yang kamu punya? Moment dimana kamu selalu update? Lalu pada akhirnya memilih nggak menggunakan atau menjadi pengguna yang pasif.

Setiap orang pasti memiliki sikap yang berbeda dalam menggunakan sosial media. Ada yang memilih kekinian, setiap ada sosmed baru selalu bikin dan aktif. Ada yang selalu update kapanpun, dimanapun, dengan siapapun dan apapun kondisinya. Ada yang cuma aktif di satu sosmed dan ada juga yang aktif disemua sosmed. Ada yang cuma memiliki akun dan nggak pernah posting apapun tapi cuma jadi likers atau komentator atau viewers. Ada yang hanya mengikuti akun-akun resmi untuk benar-benar mencari informasi. Ada yang menjadikan sosial media sebagai tempat berjualan, promosi, bahkan bekerja. Dan lain-lain.

Setiap orang bebas melakukan apapun di sosial media, mengupload foto, video, tulisan, membagi kebahagiannya, sebagai tempat edukasi, tempat iklan, berjualan,  memberikan informasi, berkeluh kesah, bertanya, berdiskusi, bersilaturahmi, bekerja, berkarya dan apapun bisa dilakukan di sosial media. Saya jadi punya kesimpulan bahwa jika sosial media digunakan dengan baik sangat banyak manfaatnya.  

Dunia Maya VS Dunia Nyata 

Teman saya pernah pernah bercerita tentang sikap seseorang di sosial media. Mulai dari konten updatenya, makna dari postingannya,sampai menggebu-nggebu. Di sosial media bisa terlihat aktif, terlihat selalu berkomentar terhadap isu-isu terkini tapi didunia nyata pendiam. Di sosial media terlihat punya banyak teman sana sini tapi didunia nyata sebenarnya hanya memiliki beberapa teman dekat. Di sosial media terlihat cantik, ganteng atau menarik tapi didunia nyata terlihat biasa saja. Itu pernah terjadi disekelilingmu bukan? Lalu membuat mu dan teman-teman disekelilingmu membicarakan “nya”. Menurut saya setiap orang bebas melakukan apapun di sosial media, ketika seseoramng sudah mengesahre sesuatu berarti sesuatu yang dia bagi adalah milik publik. Tinggal bagaimana si viewers nya saja. 

Tidak Ada yang tidak ingin terlihat buruk di Social Media

Ada yang kapanpun, dimanapun, dengan siapapun, dan kondisi apapun selalu update. Ada yang update nya hanya saat acara-cara resmi untuk branding tapi ada yang mengira itu adalah “pencitraan”. Ada yang pernah bilang dengan saya,

update nya jangan nge tag aku ya, soalnya aku lagi nggak datang acara X….. supaya nggak ketahuan“.

Ada yang memilih nggak pernah memamerkan hubungannya dengan pacarnya di sosial media karena takut diketahui banyak orang padahal belum pasti dengan yang itu. Ada juga yang sering bikin status tentang cuaca, kondisi tertentu misal macet, banjr, antri dan lain-lain.  Intinya adalah setiap orang punya “cara” dalam bermain sosial media dan tentu nggak pengen terlihat buruk di dunia maya, jadi yang di update yang “bagus-bagus” saja menurut dia.

Labeling

Ketika sering update sesuatu di sosial media, tentu orang yang menjadi followers atau following kita akan tau apa saja yang kita update. Kadang kerap kali kita dan teman-teman kita memperbincangkan,

“eh itu punya pacar baru ya?”

“Yaampun kalau mau pamer uang baru selembar aja dong buk, jangan berlembar-lembar gitu, ria ih”

“Bilangnya udah mau tidur tapi masih ngelike instagram orang”

“Kayaknya dia bukan tipe orang yang suka main sosmed deh, lihat aja terakhir update kapan”

“Si Itu kok oversharing banget sih, bikin snapgram dalam sehari udah kayak kereta”

Kadang kita nggak pernah tau cerita kehidupan kenyataan seseorang itu bagaimana, karena menurut saya nggak semua yang dia share di sosial media itu benar-benar nyata. Kadang kita hanya melihat dari satu sisi dan kerap kali sisi itu negative, sesekali lihat dan rasakan sisi positive dari seseorang deh. Kita bisa belajar beberapa hal yang mungkin kita nggak bisa, seperti gimana caranya bikin foto bagus, bikin conten caption yang menarik, gimana caranya punya networking yang banyak dan lain-lain. 

Manajemen Emosi

Teman saya ada yang pernah menghindari sosial media karena nggak mau sedih, nggak mau lihat apa yang nggak pengen dia lihat. Lalu saya berpikir, sebegitu besarkah efek dari sebuah sosial media terhadap psikis seseorang?

“Aku nggak mau buka snapgram karena temen-temenku udah pada sidang, aku makin stres”

“Bahkan buka instagram aja aku takut, takut lihat dia udah sama yang lain”

“Lagi nggak pengen update apapun, biar kehidupanku nggak diketahui si dia”

“Kenapa sih sosial media tuh bikin yang deket jadi jauh, dan yang jauh makin deket, Apa cuma aku yang mikir begitu?”

Kata teman saya yang nggak main sosmed, nggak punya sosmed tuh tenang. Lalu saya hanya tersenyum. Saya jadi berpikr ah apa iya? Di zaman sekarang nggak main sosmed, nanti kalau ketinggalan informasi gimana? Tapi untuk beberapa hal diatas yang beberapa kali teman saya ceritakan diatas mungkin ada kalanya kita nggak selalu update, nggak aktif sosmed mungkin, atau break sebentar. 

Menjaga Perasaan

Pernah nggak sih kita mikir kalau konten-konten tertentu yang kita update di sosmed itu menyakiti hati orang lain, bikin pengen, bikin iri bahkan? Pernah nggak sih berada dalam situasi dimana lagi nggak pengen aktif sosmed? Pernah nggak sih sosmed itu sebagai satu-satunya tempat untuk mendapat kabar dari seseorang yang selama ini kamu tunggu? Dan pernah nggak sih kamu merasa depresi dan sampai berpikir seandainya nggak ada sosial media didunia ini?

Finnally I can get conclusion that everyone have a choose for social media. Please be positive thinking. For you who have been hurt, you can manage your time for using social media. You can make social media as a good place for make a good things, worhtwhile, helping someone and being role model. 

Regards,

@laksitaagr

 

Indahnya Dunia

Setiap yang hidup pasti punya cerita masing-masing tentang jatuh cinta. Mungkin kamu pernah jatuh cinta diam-diam, jatuh cinta sama pacar orang, jatuh cinta sendirian, jatuh cinta tapi bertepuk sebelah tangan, jatuh cinta diwaktu yang nggak tepat dan lain-lain. “Karena kita nggak bisa memilih untuk jatuh cinta sama siapa, dimana pertama kali merasa, kenapa bisa merasa, gimana rasanya, kapan jatuh cinta itu dimulai dan berakhir”

Diperjalanan mungkin kamu pernah menangis. Tangisan itu bisa datang tiba-tiba, tidak peduli dimana. Kadang kamu juga tidak bisa sekedar menceritakan apa masalahmu pada Tuhan, ada masa dimana kamu butuh seseorang untuk mendengarkan atau mungkin dimintai sebuah pendapat. Kadang kamu akan mengalihkan apa yang kamu rasakan, dengan menyibukan diri, mengejar hal lain selain yang sedang kamu rasakan sekarang atau apapun itu yang setidaknya membuatmu tidak bersedih terlalu lama. Bertemu dengan banyak orang, berkarya, belajar dan melakukan hal produktif untuk menjaga kondisi perasaan dan pikiran.

Sampai pada akhirnya kamu bertanya, semua ini sampai kapan? kenapa harus sekarang? dan berandai-andai, ‘seandainya kemaren nggak usah jatuh cinta mungkin sekarang nggak akan ngerasain patah hati’ atau ‘is he worth to wait&fight for?’ atau ‘kenapa harus dia’ atau ‘gimana kalau nanti ketemu lagi’ dan pertanyaan-pertanyaan yang kadang bikin kamu sulit tidur.

Pernahkah kamu berada tahap berpasrah kepada Tuhan dimana begitu meminta ‘jika memang dia yang terbaik tolong dekatkan dan jika memang dia bukan yang terbaik tolong jauhkan’ atau kamu berpikir bahwa Tuhan sedang memintamu untuk menunggu, maybe it just bad timing, atau kamu berpikir Tuhan sedang memberimu ujian tentang bagaimana kamu berjuang.

Lalu kamu berada pada tahap menerima dimana pada akhirnya kamu tidak bisa memaksakan seseorang, dimana kamu tidak bisa memaksakan Tuhan. Dan berpikir bahwa mungkin kamu bukan yang terbaik untuk dia, sebaliknya mungkin ada suatu waktu dimana pikiranmu telah terbuka bahwa pada akhirnya bukan dia yang terbaik atau Tuhan menyayangimu lebih dari kamu menyayanginya dan beraneka pikiran positif lainnya yang membuat menerima dan bersyukur.

Pada akhirnya diri sendiri yang tau semua itu sampai kapan. Mungkin jika hari ini belum menemukan jawabanNya bisa saja besok. Atau jika tetap belum menemukan jawaban, akan ada suatu hari dimana semua akan indah pda waktunya. Coba mari kita lihat, dengar dan rasakan tentang bagaimana jatuh cinta bisa membuat lebih berani bermimpi, berkarya dan mewujudkannya. Jika hari-hari itu mungkin melakukan karena perasaan tapi akan ada suatu hari dimana rasanya semua itu untuk diri sendiri, begitu bukan? Hari-hari itu adalah indahnya dunia bukan?

Telah lama ku disini
Menunggu kau kembali
Sendiri aku menghitung hari
Tanpa kau ku sadari hingga kini
Ku tunggu hingga nanti

Meski waktu kan cepat berlalu
Dikala senja terasa hampa
Ku ingin candamu dan hadirmu
Agar aku bisa menikmati indahnya dunia

Telah lama ku disini
Menungguh kau kembali
Hatiku tak mungkin memilih
Jika telah mencintai hingga kini
Ku tunggu hingga nanti

Meski waktu kan cepat berlalu
Dikala senjat terasa hampa
Ku ingin candamu dan hadirmu
Agar aku bisa menikmati indahnya dunia

Tulisan ini terinspirasi dari lagu Andien yang baru, judulnya Indahnya Dunia. Mungkin setiap orang punya cerita indahnya dunia masing-masing, tapi menurutku lagu ini cocok banget didengerin buat kamu yang lagi jatuh cinta sendirian dan berada di antara pengen nunggu atau menyudahi semuanya tapi belum bisa berpindah hehehehe. Rasa-rasanya pengen bilang ‘coba dengerin lagu ini dan anggep aja aku yang nyanyi” Happy Llistening!

Ohya, jangan lupa selalu doakan orang yang pernah membuat dunia mu indah orang yang bikin kamu jatuh cinta setiap hari. Karena mungkin doa bisa merubah segalanya. Selamat menikmati indahnya dunia!

Salam,

@laksitaagr

Community Service Story

KKN atau Kuliah Kerja Nyata adalah salah satu mata kuliah wajib sebagai prasyarat kelulusan di kampus saya. KKN adalah salah satu bentuk pengabdian masyarakat di seluruh wilayah di Indonesia.  KKN ini dilakukan di liburan semester genap (biasanya dilakukan di semester 6 ke 7) dan dilakukan selama kurang lebih dua bulan. Setiap mahasiswa bebas memilih lokasi KKN sesuai prosedur yang ada. Sampai pada akhirnya tepat bulan Juni tahun 2016 lalu terbentuklah tim kami, 30 orang yang siap diberangkatkan untuk mengabdi di Desa Susut, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli, Bali.

Ada Satria, Albi, Arya, Sito, Clara, Ratih, Tika, Ruth, Tsaniya, Hani, Imana, Hanif, Wisnu, Andre, Wildan, Sinyo, Wulan, Sari, Imung, Vina, Ryan, Albert, Takumi, Kanda, Dinda, Ema, Shinta, Erlin, Aster dan juga saya. Setiap orang pasti memiliki selera yang berbeda-beda, cara hidup yang lain, pola pikir, gaya hidup, kesukaan, hoby, kekurangan dan kelebihan masing-masing. Tapi ada satu hal yang menyakan kita, kita adalah TIM KKN UGM BL-01 yang memiliki tujuan yang sama, yaitu memberikan pengabdian yang bermanfaat bagi masyarakat Desa Susut.

Kami berasal dari berbagai Disiplin Ilmu, ada yang dari Teknik, Kedokteran Umum, Kedokteran Gigi, Pertanian, Peternakan, Teknologi Pertanian, Hukum, Manajemen dan Kedokteran Hewan. Berasal dari apapun disiplin ilmu yang kami miliki, kami yakin bahwa setiap orang pasti punya cara ntuk berkarya. Berkarya untuk mengabdi dengan segala yang dimiliki. Dengan ilmu dasar yang kami miliki, kami tidak pernah merasa menjadi yang paling benar atau salah, yang kami tau setiap ilmu pasti memiliki peran dan bermanfaat untuk keberlangsungan hidup masyarakat di Desa Susut ini. Hal ini sangat kami rasakan ketika kami melakukan sebuah program besar kami yaitu “Talkshow dan Penyuuhan Manajemen Pakan Ternak se Bangli” kami bekerja sesuai job description masing-masing. Teman saya yang berasal dari Kedokteran Hewan sebagai leader dari project ini dibantu dengan teman-teman dari Peternakan, lalu untuk urusan perlengkapan dan listrik dibantu oleh teman saya yang berasal dari Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Untuk snack dibantu oleh teman-teman perempuan dari Soshum, MC di bawakan oleh teman kami yang berasal dari Manajemen, Untuk keamaan di sekitar lokasi dibantu teman-teman laki-laki dan warga sekitar. Dengan apa yang kita miliki, acara tersebut berjalan dengan baik. Lebih dari itu, kami saling membantu untuk setiap program kerja yang dilakukan seperti misalnya Bank Sampah, Happy Farm, Sekolah Sore, Pembuatan Website Desa dan banyak program yang kami rasa menjadi program bersama tim KKN kami.

Kami pun berasal dari kota yang berbeda-beda, ada yang berasal dari Jogja, Pekanbaru, Jakarta, Bali, Solo, Malang dan Malaysia. Perbedaan dari mana kita berasal tidak membuat kami saling bagaimana terhadap kebiasaan-kebiasaan kecil yang kami lakukan. Seperti misalnya teman saya yang berasal dari Sumatra sangat suka makanan pedas, teman-teman saya yang sama-sama berasal dari Jawa pun bahasa Jawanya berbeda seperti bahasa Jawa Solo dan Malang yang kadang “sama kata beda makna”, teman saya yang dari Malaysia yang begitu takjub dengan sebuah Desa di Bali yang budaya dan adatnya masih sangat kental dan masih banyak cerita lainnya. KKN menyadarkan kami bahwa berasal dari manapun kami, bahasa kami adalah Bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia sangat memudahkan kami dalam berkomunikasi baik dengan sesama teman KKN atau dengan warga sekitar desa Susut.

Kami juga memiliki latar belakang agama yang berbeda-beda, dalam tim KKN kami ada yang muslim, kristen, katholik dan juga hindu. Saya ingat betul saat tiba dilokasi KKN masih dalam suasana bulan ramadhan, teman-teman saya yang non muslim sangat meghormati kami yang sedang berpuasa. Mereka juga ikut serta saat sahur dan berbuka puasa, bahkan malamnya saat kami melakukan ibadah solat tarawih mereka yang non muslim juga menurunkan volume suara nya untuk menghormati ibadah solat tarawih yang kami lakukan. Kami menyambut suasana Idul Fitri di tempat KKN di Desa Susut. Tidak ada perasaan sedih yang begitu berarti saat saya berada jauh dari keluarga karena bagi saya Tim KKN ini adalah keluarga baru saya disini. Teman kami yang beragama katholik pun juga rajin ke Gereja. Meskipun Gereja khatolik yang paling dekat dari Desa Susut berada di Gianyar (lumayan jauh dari Desa Susut) mereka semua rajin bangun pagi dan tidak pernah absen untuk ke Gereja. Mereka disambut baik oleh Romo yang ada disana. Teman  kami yang beragama kristen yang sering makan babi pun cukup toleran dengan kami yang beragama islam, mereka membedakan alat makan yang mereka pergunakan. Kami juga pernah mengikuti upacara Metatah (upacara potong gigi adat bali) yang dilakukan oleh salah satu teman KKN kami yang beragama Hindu. Dalam tim KKN kami, perbedaan agama tidak menjadi suatu masalah apapun. Kami sangat toleransi, menghormati, menghargai dan bersama.

Tidak hanya beradaptasi dengan sesama teman KKN, kami pun beradaptasi dengan warga dan lingkungan sekitar. Warga Desa Susut hampir semua beragama hindu dengan adat dan budaya yang masih kental.  Kebetulan saat kami KKN, di Desa Susut sedang akan dilaksanakan Upacara Ngaben sehingga semua warga sibuk mempersiapkan Upacara tersebut. Hampir setiap hari warga desa susut Ngayah untuk mempersiapkan Upacara Ngaben. Kamipun ikut serta membantu pekerjaan-pekerjaan tangan yang mereka lakukan. Kami datang dengan menggunakan khamen (kain khas bali yang diikat di pinggang). Bagi kami yang muslim pun tetap datang dengan menggunakan hijab meskipun menggunakan khamen. Warga desa Susut sangat menyambut baik kedatangan kami. Program-program yang kami berikan diterima dengan penuh suka cita. Satu hal yang membuat haru adalah saat kita berpamitan satu per satu kepada kepala Banjar kami dibawakan oleh-oleh, bagi saya pribadi memberikan oleh-oleh adalah salah satu bentuk rasa kasih sayang. Sayang sekali, jadwal kami pulang adalah sehari sebelum Upacara Ngaben di Desa Susut sehingga kami tidak bisa menyaksikan Upacara tersebut.

Hampir dua bulan hidup bersama tentu timbul berbagai cerita mulai dari jatuh cinta, bawa perasaan, semakin gemuk, semakin gendut, kangen rumah, kangen kampus dan berbagai perasaan lainnya. Ada perasaan suka dan duka saat kepulangan kami. Suka karena salah satu kewajiban KKN kami sudah selesai dengan baik tapi sedih harus berpisah dengan warga desa Susut dan berpisah dengan teman KKN kami. Sampai pada akhirnya kami pulang ke Jogja, pulang ke fakultas masing-masing, melanjutkan kehidupan sebagai mahasiswa. Kami pun masih sering berkomunikasi dengan grup line yang kami miliki yang kami beri nama “SUKSMA SUSUT” yang dalam bahasa bali berarti Terimakasih. Saat hari raya apapun kami saling mengucapkan di grup tersebut, berkomunikasi untuk sekedar bilang kangen dan masih banyak lagi. Lalu satu per satu dari kami menjadi sarjana, Ada yang sudah menjadi Sarjana Ekonomi, Sarjana Hukum, Sarjana Pertanian, Sarjana Kedoketeran Gigi dan yang lainnya akan menyusul. Dan pada akhirnya dimanapun kalian berada aku hanya bisa mendoakan semoga kalian semua selalu diberi yang terbaik oleh Tuhan.

Satu tahun berjalan begitu cepat, rasanya baru kemarin tapi kenyataannya sudah setahun yang lalu. Dan sebentar lagi sudah ada tim baru yang akan KKN lagi disana. Cerita KKN membuat saya belajar bahwa kita berbeda-beda tetapi tetap satu, satu rasa, satu tujuan, sama rata. Seandainya ada mata kuliah yang boleh diulang, saya ingin terus  mengulang KKN lagi dan lagi. KKN telah saya jatuh cinta, belajar, berani bermimpi dan menjadi diri sendiri. Semoga suatu hari nanti bisa kembali ke Desa Susut lagi.

By the way, Selamat Hari Lahir Pancasila.

Salam,

@laksitaagr

Communication is Everythings

Saat kita lahir, hal pertama yang dilakukan oleh Ayah dan Ibu kita adalah berkomunikasi. Melalui senyuman, melalui canda-canda yang memancing kita untuk tertawa, melalui usapan-usapan halus yang membuat kita memberi rangsang komunikasi berupa tangisan dan masih banyak lagi.

Waktu balita kita mulai bisa bicara dan menulis. Kita mulai mengenal beberapa kosa kata dari orang tua, sekitar, televisi dan banyak hal yang bisa menjadikan kita sebagai pribadi yang komunikatif. Orangtua kadang menyeleksi kata mana yang pantas diucapkan dan kata yang seharusnya tidak diucapkan sampai akhirnya kita bisa mengerti.

Kita tentu diajarkan bagaimana cara berkomunikasi yang baik. Ketika ingin meminta tolong tentu kita mengatakan “Permisi Minta tolong ambilkan….”, atau ketika diberi hadiah ulang tahun lalu mengucapkan terimakasih “Makasih ya kadonya, aku suka sekali….”, atau saat kita lupa akan sesuatu kita diajarkan untuk minta maaf sesederhana mengatakan “Maaf ya baru bales chat, tadi HP lowbat”. 

Bagi saya, komunikasi adalah lebih dari itu. Komunikasi adalah segalanya. Kita harus tau dengan siapa kita berbicara, membicarakan apa, kapan pembicaraan itu, bagaimana situasinya dan lain-lain. Ketika kita bisa mengkomunikasikan segala sesuatu dengan baik tentu pesan yang akan kita sampaikan akan mudah diterima oleh orang lain. Meskipun kadang kita sudah berkomunikasi dengan baik tetapi orang lain tidak mengerti.

Misal, ketika kita berbicara dengan calon ibu mertua. Tentu kita akan sopan, tidak mungkin kan nada bicara kita lebih tinggi, tidak mungkin pula kan kita tertawa terbahak-bahak. Topik pembicaraan yang kita komunikasikan juga tentu adalah topik yang berkualitas.

Cerita lain adalah ketika kita ngobrol dengan teman seumuran, kadang ada kalanya kita menjaga pembicaraan kita untuk menjaga perasaan si orang yang diajak bicara. Kadang kita lupa beberapa hal, sesuatu yang menurut kita biasa saja tapi mungkin bisa menyakiti hati orang lain. Jadi, hati-hati kalau membicarakan topik tertentu. Seperti agama, budaya, pekerjaan dan lain-lain.

Tidak hanya bicara secara langsung, komunikasi dalam sebuah chat pun juga harus sopan. Seperti ketika kita meminta tolong seorang kakak angkatan untuk menjadi pembicara dalam sebuah event kampus kita harus sopan dalam meminta tolong, dalam bertanya tentang kesediaanya dan jangan lupa mengucapkan terimakasih. Sebagai mahasiswa tingkat akhir, beberapa waktu terakhir saya kerap mendengar cerita atau membaca status teman saya di sebuah social media tentang cara berkomunikasi seorang adik angkatan kepada kakak angkatan yang menurut kakak angkatan kurang sopan. Sederhana bukan? Jadi, jangan sampai akibat salah berkomunikasi dapat menjadikan seseorang tidak suka kepada diri kita.

Diatas saya tuliskan bahwa komunikasi adalah lebih dari itut. Mengatakan perasaan kepada seseorang juga merupakan sebuah komunikasi ehe, pernah nggak? Misalnya mengatakan perasaan jatuh cinta, perasaan tidak suka, kritik atau saran. Ah, kalau tidak dikomunikasikan bagaimana akan tau. Kadang sudah mengatakan jatuh cinta saja tidak merubah apa-apa, apalagi diam saja hehehehe.

So enjoy your communication dear! Happy Telecommunication and Information Society Day everyone.

With love,

@laksitaagr

May Day

May Day atau tanggal 1 Mei diperingati sebagai Hari Buruh Internasional. Kemarin berita di media massa ramai akan demo buruh di beberapa pusat kota dan kantor tertentu. Demo hari buruh memang sudah menjadi “kebiasaan” setiap tanggal 1 Mei. Tidak hanya buruh, tetapi mahasiswa dan beberapa komunitas tertentu juga ikut berdemo.

Sebagai seorang mahasiswa pertanian saya sangat familiar dengan “buruh tani”. Saya ingat betul dulu ketika Orientasi Mahasiswa Baru di kampus saya diwajibkan untuk menghafal lagu Buruh Tani ciptaan Safi’i Kamamang yang cuplikan liriknya seperti ini,

Buruh, tani, mahasiswa, rakyat miskin kota

Bersatu padu rebut demokrasi

Gegap gempita dalam satu suara

Demi tugas suci yang mulia

Hari-hari esok adalah milik kita

Terciptanya masyarakat sejahtra

Terbentuknya tatanan masyarakat

Indonesia baru tanpa Orba

Buruh Tani adalah seseorang yang bekerja dibidang pertanian dengan cara mengolah tanah dan menanamnya sampai menjadi hasil tanaman untuk digunakan sendiri atau dijual kepada orang lain. Dibeberapa mata kuliah seperti Pengkajian Sosial Ekonomi Pertanian, Dasar Penyuluhan Pertanian, Perencanaan Program Pertanian dan lain-lain saya berkesempatan untuk datang kerumah beberapa buruh tani dan ngobrol.

Beberapa yang saya kunjungi mengatakan sama, bahwa saat ini sektor pertanian permasalahannya beraneka ragam, mulai dari cuaca yang tidak menentu, perbedaan harga yang jauh, upah buruh yang sedikit, hama penyakit dan masih banyak lagi. Bagi saya jasa buruh tani itu luar biasa. Segala proses dari menanam, panen dan sampai siap saji untuk dikonsumsi tidak pernah ada tanpa keringat seorang buruh tani.

Terimakasih banyak untuk seluruh buruh tani di Indonesia, semoga segala tanamannya bisa tumbuh subur dan bermanfaat untuk orang banyak. Selamat Hari Buruh Internasional!

Salam,

@laksitaagr

Buku Bercerita

What is your favourite book?

Suka sama buku bisa jadi karena penulisnya, karena isi dalam bukunya, desain covernya, serialnya dan lain-lain. Saking sukanya kadang kita bela-belain datang ke launching sebuah buku untuk ketemu sama penulisnya, minta foto bareng dan tanda tangannya lalu bukunya disimpan. Kita juga sering rela nunggu buku yang kita suka sampai terbit, bahkan ada juga yang sampai keluar kota untuk mendapatkan sebuah buku.

Where is your favourite spot for read the book?

Kalau buku sudah dibeli pasti tidak sabar untuk membacanya. Ada juga sih yang memilih untuk nggak membeli tapi membacanya di toko buku. Datang keperpustakaan untuk memebaca buku juga bisa jadi pilihan. Di kamar sambil tiduran, di meja belajar dengan serius, dikeramaian, diruang tunggu atau dimana saja bisa jadi tempat baca buku yang asik. Sekarang juga sudah banyak perpustakaan yang didesain asik, caffe bertema buku, toko buku yang dirancang untuk nongkrong, pameran buku dan bangunan-bangunan bertema buku.

20160405_193102

Location: Grahatama Pustaka Yogyakarta

What does the book mean to you?

Setiap orang pasti punya cerita masing-masing tentang buku. Kalau menurutku, buku itu bisa jadi teman. Teman untuk mengisi waktu, teman untuk belajar, teman untuk menyelesaikan skripsi hehehehe, Teman untuk berkarya, bisa jadi hadiah, bisa jadi barang untuk sedekah dan lain-lain. How about you?

How do you treat a book?

Ada yang suka koleksi buku sampai bertumpuk-tumpuk, sampai banyak rak lemari dan bingung mau diapakan. Kadang ada rasa “sayang” kalau diberikan kepada orang lain. Membuat perpustakaan mini atau ruang baca dirumah bisa dijadikan pilihan supaya koleksi buku yang sudah ada tertata rapi. Atau bisa juga memilih buku-buku yang sudah tidak terpakai untuk disumbangkan kepada yang lebih membutuhkan. Diluar sana masih banyak orang yang kesulitan dalam mendapatkan buku.

How do you think about the book development?

Seiring berkembangnya zaman keberadaan buku mungkin bisa berubah, buku cetak sudah banyak berganti menjadi buku online. Sedih juga ketika kasus plagiatisme masih marak, yang lebih parah adalah beredarnya buku-buku palsu. Apapun itu, buku adalah mahakarya indah. Banyak ide yang ada sampai buku itu jadi, untuk menerbitkan sebuah buku kita perlu editor, penerbit, percetakan, promotor, dan masih banyak pihak. Jadi, mari kita hargai mahakarya banyak pihak yang begitu luar biasa. Mari tetap budayakan membaca buku!

Selamat Hari Buku Sedunia!, Jadi buku yang terakhir kamu baca buku apa?

Salam,

@laksitaagr